Loading...

Suara Prabowo Lebih Buruk dari 2014, TNI Polri Perlu Waspadai Potensi Kerusuhan

Tulisan Netizen Untuk Akhir Pilpres 2019,, perlu Diwaspadai Adanya Gejolak Dan Potensi Kerusuhan


RAKYAT SOSMED - Setelah berganti tahun, strategi kampanye pun berganti. Jokowi yang di tahun 2018 masih menahan diri untuk tidak kampanye terbuka, menahan diri untuk diam tak mengomentari isu-isu terkini, kemudian mulai melakukan kampanye-kampanye terbuka.

Deklarasi-deklarasi antar kampus dan antar daerah dilakukan. Begitu meriah, dihadiri puluhan ribu orang. Presiden Jokowi pun terdengar lebih lantang. Begitu berani menyebut ada campur tangan hoax Russia, menyinggung hoax Ratna, dan hoax-hoax lainnya. Banyak materi sensitif yang kita pikir Presiden tak akan ikut berkomentar, rupanya dibahas berkali-kali.

Januari, aura semangat kampanye itu mulai terlihat. Semua isu dan berita tentang Prabowo Sandi pun nyaris tak terdengar lagi. Prabowo coba mengulangi strategi propaganda seperti yang pernah dilakukannya saat menghina masyarakat Boyolali. Mulai dari menghina wartawan, hingga anggota TNI. Namun entah kenapa publik tak tertarik lagi untuk membahasnya secara berjamaah.

Kemarin, saat Jokowi tiba-tiba naik KRL, Prabowo juga coba membuat kehebohan dengan cara buka baju dan melemparnya ke masyarakat. Tapi tetap saja, kalah menarik dari momen Jokowi naik KRL yang diperbincangkan antar kubu.

Di masa-masa penuh gairah seperti sekarang, justru kubu Prabowo Sandi tak melakukan hal serupa. Deklarasi-deklarasi besar yang diperkirakan akan terjadi di berbagai titik, dengan dukungan massa HTI, FPI dan yang sealiran dengannya, rupanya tidak terjadi. Entah karena tak mampu, atau gagal terlaksana karena satu dan lain hal.

Kenapa kubu Prabowo tak melakukan deklarasi-deklarasi di daerah? karena mereka tak yakin dengan kemampuanny untuk mengerahkan massa. Jangan sampai menggelar deklarasi, tapi isinya hanya hitungan jari. Maka daripada mempermalukan diri sendiri, lebih baik tak melakukan deklarasi. Untuk itu Prabowo hanya fokus mendatangi kelompok-kelompok massa yang memang sudah tersedia.

Sebenarnya ada satu senjata Prabowo yang mampu menjadi penarik massa, entah bagi kubunya sendiri atau pendukung Jokowi, yakni kehadiran Nissa Sabyan. Di beberapa kesempatan, acara yang dihadiri Nissa selalu berhasil menarik banyak orang. Namun masalahnya, Nissa punya keterbatasan kontrak panggung. Dia hanya dikontrak 10 kali tampil. Jika lebih dari itu, harga sekali tampilnya tentu tak akan semurah di negosiasi awal. Apalagi sekarang sudah semakin mendekati hari H pencoblosan.

Di saat kondisi semakin kritis, Nissa kembali diminta tampil di panggung politik. Dan benar, ribuan orang berbondong-bondong datang. Namun sayangnya Nissa terlalu lugu dalam politik, atau dia tak tahu sosok Prabowo. Nissa mendadak mengajak Prabowo untuk shalawatan. Padahal kita semua tahu Prabowo bukanlah orang yang bisa shalawatan. Jangankan shalawatan, menyebut nama Nabi saja salah-salah.

Niat hati ingin menetralisir opini publik bahwa mereka sudah tak menarik lagi, justru malah ditenggelamkan lebih dalam oleh ajakan Nissa Sabyan. Maka jangan heran saat Prabowo coba memberi jawaban dan mengalihkan perhatian, seorang host dan Nissa dipanggil oleh tim Prabowo ke belakang. Beberapa saat setelah itu, mereka kembali lagi bersama Prabowo dan tak lagi mengajak shalawatan.

Di sisi lain, Ustad Somad berganti kulit menjadi Syeikh Somad, karena beberapa hari yan lalu sudah menyatakan diri untuk berbaiat kepada Habib Luthfi, masuk salah satu tarekat NU.

Syeikh Somad nampaknya paham betul bahwa namanya hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum politisi. Hanya coba dinaikkan di hasil ijtima ulama, tapi nyatanya itu hanya drama. Karena pada akhirnya yang dipilih adalah Sandiaga. Bahkan kalaupun bukan Sandiaga yang terpilih, Somad nampaknya sadar diri, mustahil bersaing dengan elite PKS, Salim Jufri.

Dari fakta hasil survey, semua lembaga survey yang ada, mulai dari yang berpengalaman dan kredibel sampai yang abal-abal, semuanya kompak memenangkan Jokowi Amin. Tak ada yang berani menampilkan Prabowo sudah unggul.



Satu trik beberapa survey abal-abal cukup menarik untuk diperhatikan. Mereka tak berani menyebut Prabowo unggul, tapi memberikan data bahwa keunggulan pertahana cukup tipis, kemudian menayangkan bahwa jumlah swing voters masih sangat tinggi.

Dari sisi partai koalisi, mesin politik PKS belum mau bergerak karena terjadi dualisme pimpinan. Posisi Sohibul Iman sangat lemah saat ini, terlebih belum mampu memastikan posisi Wagub DKI sebagai pengganti Sandiaga.

Sementara Sandiaga yang sudah melakukan investasi politik besar-besaran, tentu tak akan mau kehilangan jabatannya begitu saja. Maka jangan heran kalau dalam kondisi terpuruk seperti sekarang, terpaut jauh dari Jokowi, Sandiaga masih menahan posisi Wagub DKI. Supaya kalau kalah di Pilpres, dia bisa kembali lagi menjadi Wagub bersama Anies, dan bertarung lagi di 2024.

Di satu sisi saya cukup senang dengan kondisi ini. Tapi di sisi lain, saya mengkhawatirkan beberapa skenario terakhir kubu lawan, yakni kerusuhan. Narasi kecurangan sudah mulai dimainkan sejak beberapa bulan lalu. Demo terhadap KPU, juga sudah beberapa kali diadakan. Serangkaian hoax surat suara sudah tercoblos, hoax adzan akan dilarang, hoax perkawinan sejenis akan dilegalkan, hanyalah bumbu-bumbu untuk menciptakan kerusuhan. Begitulah kura-kura.
  • [message]
    • [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4694,DAERAH,428,EKONOMI,419,INTERMEZO,495,INVESTIGASI,227,JAKARTA,383,Kejadian,462,KIRIMAN NETIZEN,111,KORUPSI,259,KRIMINAL,771,OLAHRAGA,6,OPINI,758,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1737,TEKNOLOGI,5,TERORIS,180,VIRAL,2145,WORLD,195,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Suara Prabowo Lebih Buruk dari 2014, TNI Polri Perlu Waspadai Potensi Kerusuhan
Suara Prabowo Lebih Buruk dari 2014, TNI Polri Perlu Waspadai Potensi Kerusuhan
Tulisan Netizen Untuk Akhir Pilpres 2019,, perlu Diwaspadai Adanya Gejolak Dan Potensi Kerusuhan
https://4.bp.blogspot.com/-VC1dlDxC5sQ/XIOzkXe4a7I/AAAAAAABAWE/L27JD5bu0CAdfi3qgpEY32HqhmW1u3ZOACLcBGAs/s1600/2014.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-VC1dlDxC5sQ/XIOzkXe4a7I/AAAAAAABAWE/L27JD5bu0CAdfi3qgpEY32HqhmW1u3ZOACLcBGAs/s72-c/2014.jpg
RAKYAT SOSMED
https://www.suarasosmed.info/2019/03/suara-prabowo-lebih-buruk-dari-2014-tni.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2019/03/suara-prabowo-lebih-buruk-dari-2014-tni.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy