Loading...

Jokowi Nyaris Dijebak di Indosat, Luncurkan Satelit Baru, Kubu Prabowo Gigit Jari

Pukulan Menohok Untuk Orang Yang Teriak Teriak Buy Back Indosat... :) Gigit Jari ??


RAKYAT SOSMED - Kamis malam pukul 20.45 waktu California atau 08.45 WIB tanggal 21 Februari 2019, satelit PSN (Pasifik Satelit Nusantara) berhasil meluncur ke angkasa. Keberhasilan peluncuran satelit itu melegakan kubu Jokowi. Sementara kubu Prabowo gigit jari.

Bisa dibayangkan jika satelit itu tertunda atau gagal, maka kubu Prabowo sudah siap menggorengnya. Mereka menganggap kegagalan itu tak diridhoi Tuhan. Amin Rais sangat mungkin berkoar sebagai tanda dari langit akan kekalahan Jokowi.

Kubu Prabowo pun akan mengaitkannya dengan bertambahnya utang negara dengan menganggapnya sebagai suatu kebocoran. Namun syukurlah. Satelit itu berhasil diluncurkan dan akan mengorbit di tempat yang telah ditentukan dalam beberapa hari ke depan.

Harga Satelit Nusantara Satu ini adalah 310 juta USD dengan rincian: biaya investasi sebesar 250 juta USD dan biaya peluncuran 60 juta USD. Bila dirupiahkan dengan kurs Rp. 14.000 per dollar, maka harga Satelit Nusantara Satu itu mencapai 4,3 triliun Rupiah.

Apa kelebihan satelit Nusantara Satu ini? Selain terbaru, buka peti, satelit ini merupakan High Throughput Satellite (HTS) pertama dari Indonesia. Satelit ini berkapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder extended C-Band serta delapan spot beam Ku-Band dengan total kapsitas bandwith 15Gbps.

C-band dari Nusantara Satu akan mencakup wilayah Asia Tenggara. Sementara untuk Ku-band akan meliputi wilayah Indonesia yang terdiri dari delapan spot beam pada sistem HTS. Satelit akan sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun dengan mengcover 25.000 desa terutama di wilayah Timur Indonesia.

Usaha keras Presiden Jokowi meluncurkan satelit ini bertujuan untuk membuat jalur tol langit di wilayah Indonesia agar lebih kencang. Berkat satelit ini ke depan, maka konektivitas internet di wilayah Indonesia akan lebih meningkat menyongsong industri 4.0.

Dengan peluncuran satelit ini, Jokowi sudah membuat keputusan final bahwa pada masa jabatan periode pertamanya, ia tidak akan membeli kembali (buyback) saham Indosat yang pernah dijual di era Megawati kendatipun ia pernah menjanjikan buyback Indosat jika pertumbuhan ekonomi 7 persen.

Seperti diketahui bahwa saham Indosat dijual Megawati pada tahun 2002 ke Singapura dengan harga USD 627 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs pada saat itu USD 1 yaitu Rp 8.940).

Alasan penjualan saat itu adalah untuk menutupi defisit APBN. Kala itu Megawati tidak mau berutang selama pemerintahannya. Untuk mendapatkan uang, Megawati mendorong beberapa BUMN yang tidak efisien untuk dijual. Uangnya untuk menutup kekurangan anggaran.

Empat tahun setelah dikuasai, yakni pada tahun 2008, Singapura menjual kembali saham Indosat itu kepada raksasa telekomunikasi dunia Qatar dengan untung besar seharga 3,5 miliar USD.

Kini selama kampanye Pilpres, kubu Prabowo terutama Fadli Zon dan Fahri Hamzah terus berbusa-busa mulutnya agar Jokowi membeli kembali saham Indosat tersebut. Alasannya demi keamanan dan menjaga kerahasiaan negara karena satelit Indosat beroperasi di udara NKRI.

Penggorengan isu buyback Indosat itu terus didengungkan terutama saat Pilpres. Dua kali kekalahan Megawati di pentas Pilpres 2004 dan 2009 antara lain karena isu tersebut. Jokowi yang merupakan kader PDIP ikut dijadikan sasaran kala mengikuti Pilpres 2014 dan kini kembali dicuatkan menjelang Pilpres 2019.

Tentu saja, Jokowi dibuat gerah oleh penghembusan terus-menerus buyback Indosat itu. Keinginan untuk membeli kembali saham Indosat itu sebetulnya yang sudah diwacanakan sejak awal pemerintahan Jokowi. Hingga akhir tahun 2018 lalu, Presiden Jokowi terus menjajaki pembelian saham Indosat itu.

Jokowi sendiri nyaris memutuskan pembelian kembali saham Indosat itu. Namun the operators istana membisikkan dengan hati-hati bahwa justru ada jebakan batman dari kubu Prabowo jika Jokowi ngotot membeli kembali saham Indosat itu. Apa jebakan batman itu?

Pertama, jika Jokowi membeli saham Indosat itu, maka Jokowi akan diserang habis-habisan oleh kubu Prabowo dengan mengadu-dombanya dengan Megawati. Kubu Prabowo akan menggoreng pembelian itu sebagai bukti sah kesalahan dan ketidak-becusan Megawati di era pemerintahannya.

Padahal, Megawati sendiri sudah berkali-kali mengatakan bahwa sama sekali tidak ada yang salah dengan penjualan Indosat karena demi menyelamatkan Indonesia. Megawati membanggakan keberaniannya mengambil keputusan sulit dan bahkan menyebut mengajak kaum muda untuk belajar soal kepemimpinan dari kasus tersebut.

Jika Jokowi kemudian membeli kembali Indosat, maka kebijakan itu akan diartikan sebagai koreksi atas kebijakan Megawati. Dengan demikian Jokowi masuk jebakan batman yang dipasang lawan. Jokowi akan diadu-domba dengan Megawati. Dan jika ini terjadi, maka akan menggerus kepercayaan publik kepada Joowi menjelang pemungutan suara 17 April 2019 mendatang.

Kedua, kapitalisasi pasar atau nilai jual Indosat berdasar harga saham saat ini hanya US$ 1 miliar. Itupun pemiliknya terlihat tidak mau melepasnya. Alasannya selain karena rugi karena dibeli seharga USD 3,5 miliar juga karena Indosat merupakan penopang utama grup usaha Ooredoo milik Qatar Telecom (Qtel).



Bahkan menurut Direktur Utama PT Indosat Tbk Chris Kanter yang sudah menemui Presiden Jokowi, jika pemerintah bersedia membeli dengan harga US$ 1,5 miliar, sekalipun, maka akan menjadi isu besar karena terlalu mahal. Harga USD 1,5 miliar itu setara dengan 21 triliun Rupiah.

Lalu dari mana dana yang akan dipakai untuk buyback Indosat sebesar 21 triliun Rupiah itu? Saat Freeport dibeli dengan harga 50an triliun, kubu Prabowo menggorengnya hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan

Jika mengandalkan pinjaman atau utang, maka kubu opisisi kembali menyerang Jokowi dengan menambah utang. Apalagi jika diketahui bahwa kelak kapitalisasi pasar Indosat terus turun sesuai dengan trennya saat ini.

Dengan kedua alasan jebakan itu, maka Jokowi menunda, mengesampingkan dan mengabaikan untuk sementara buyback saham Indosat itu. Sebagai gantinya, Jokowi meluncurkan Satelit Nusantara Satu yang lebih hebat. Dengan demikian, Jokowi lolos dari jebakan, sementara kubu Prabowo gigit jari. Begitulah kura-kura.

Salam Seword,

Asaaro Lahagu
  • [message]
    • [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4953,DAERAH,436,EKONOMI,430,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,392,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,156,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,817,OLAHRAGA,6,OPINI,784,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1904,TEKNOLOGI,5,TERORIS,183,VIRAL,2408,WORLD,204,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Jokowi Nyaris Dijebak di Indosat, Luncurkan Satelit Baru, Kubu Prabowo Gigit Jari
Jokowi Nyaris Dijebak di Indosat, Luncurkan Satelit Baru, Kubu Prabowo Gigit Jari
Pukulan Menohok Untuk Orang Yang Teriak Teriak Buy Back Indosat... :) Gigit Jari ??
https://4.bp.blogspot.com/-jLu5P1ANsRo/XHtX2bDPjXI/AAAAAAABACQ/zL_bH3mqmE8tNSZhiqT2D22H2cPQljvEwCLcBGAs/s1600/SATELIT.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-jLu5P1ANsRo/XHtX2bDPjXI/AAAAAAABACQ/zL_bH3mqmE8tNSZhiqT2D22H2cPQljvEwCLcBGAs/s72-c/SATELIT.jpg
RAKYAT SOSMED
https://www.suarasosmed.info/2019/03/jokowi-nyaris-dijebak-di-indosat.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2019/03/jokowi-nyaris-dijebak-di-indosat.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy