Loading...

Menkeu Kirim Isyarat, Waspadai Jebakan Program Tak Wajar dalam Kampanye.

Peringatan yang tersirat dari pernyataan Menteri Keuangan dalam salah satu pesannya, politisi jangan asal janji menyejahterakan rakyat, jika programnya tidak masuk akal. Ketika setiap calon pemimpin seperti beradu mimpi, menawarkan daftar keinginan pemilih untuk diwujudkan, apakah kita patut percaya mentah-mentah semua janji mereka, jika kelak berhasil merebut kursi pemimpin ?


RAKYAT SOSMED - Peringatan yang tersirat dari pernyataan Menteri Keuangan dalam salah satu pesannya, politisi jangan asal janji menyejahterakan rakyat, jika programnya tidak masuk akal. Ketika setiap calon pemimpin seperti beradu mimpi, menawarkan daftar keinginan pemilih untuk diwujudkan, apakah kita patut percaya mentah-mentah semua janji mereka, jika kelak berhasil merebut kursi pemimpin ?

Hal inilah yang menjadi inti persoalannya, mereka yang hendak menarik minat calon pemilih, seperti sudah merasa cukup dengan hanya menawarkan obsesi yang tinggi.

Ketika mereka baru menawarkan angan-angan, dianggapnya tugasnya sebagai calon pemimpin sudah tuntas, kalau pemilih sudah terbujuk, merekapun tentu akan menyalurkan persetujuannya di bilik suara. Soal bagaimana menjalankannya adalah urusan lain.

Banyak kasus di kemudian hari, ketika nyaris semua program itu tidak layak dieksekusi, yang biasa menjadi pesakitan adalah aturan main atau perundang-undangan yang menghalanginya, sehingga merekapun terhindar dari tanggungjawab. Tinggallah rakyat yang gigit jari, karena pejabat yang dipilihnya tidak mungkin dilengserkan di tengah jalan tanpa alasan kuat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, para politisi kerap mengumbar janji di tahun politik seperti saat ini. Salah satunya yakni janji membantu mensejahterakan rakyat kecil. Namun perempuan yang kerap disapa Ani itu mengingatkan, janji menyejahterakan rakyat harus disertai dengan pemikiran yang detail terkait pelaksaan janji tersebut.

’Dalam musim politik ini sering orang mudah mengatakan saya akan membantu masyarakat kecil. Niat semacam itu selalu ada di semua politisi,” ujarnya dalam acara peluncuran digitalisasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi), Jakarta, Selasa (11/12/2018). “Tetapi menerjemahkan keinginan membantu masyarakat kecil butuh suatu pemikiran yang sangat detail mengenai desain programnya,” sambung dia.

Ambil contoh kasus yang melekat pada gaya kampanye salah satu kontestan di pilpres saat ini, karena sosok yang sama pernah melakukannya ketika pilgub DKI.

Apakah ketika pasangan kontestan di sana menjanjikan rumah DP 0, atau tidak ada lagi penggusuran terkait normalisasi Ciliwung, warga DKI menerima begitu saja ? Boleh jadi janji serupa itu akan lebih diterima, ketika di belakangnya ada bumbu daya tarik lain berupa pemimpin yang seiman.

Sebagaimana janji kampanye cawapres nomor 2 Sandiaga Uno, yang mengaku akan membangun infrastruktur tanpa utang, apakah masuk akal untuk diwujudkan, karena untuk membebani anggaran rutin pasti akan sangat sulit dilakukan ?

Atau bisa jadi, diksi tanpa utang tersebut hanya merupakan pemanis untuk mencitrakan dirinya memiliki program lebih menarik, padahal di balik itu ada fakta lain. Seperti halnya yang dijalankan pemerintah saat ini, ketika proyek dibiayai oleh BUMN atau swasta, otomatis tidak ada lagi utang pemerintah yang menjadi beban APBN.

Untuk program rumah DP 0 misalnya, ketika saatnya ingin diwujudkan, terbukti memang sulit dipenuhi, seperti diperkirakan sebelumnya, karena jika sasarannya warga berpenghasilan rendah, program tersebut menjadi musykil dan tak masuk logika. Dan akhirnya pengakuan adanya kendala menjadi pembenaran dari gagal terwujudnya program tersebut. Contoh inilah yang dikhawatirkan ketika rakyat terlanjur percaya dengan janji berlebihan namun diluar nalar.

Maka untuk mengantisipasi dipungkirinya janji-janji kampanye, hendaknya pemilih berpikir kritis tentang janji para kontestan. Dan ironisnya, demikian mudah mereka mengumbar keinginan seolah hanya dengan mengedip sejenak, semua programnya akan berjalan dengan sendirinya.

Di sisi lain, pemerintah yang sedang bekerja keras membangun landasan kuat bidang ekonomi , justru dipersekusi sedemikian rupa, dan disinyalir praktik itu bertujuan mengganggu pemerintah, sehingga konsentrasi pemerintah terpecah.

Gagasan terbaru yang dicetuskan Sandiaga Uno, tak jauh dari OKE OCE, programnya yang gagal di DKI, dan disebutnya One Kiyai One Enterpreunership, dapat kita duga akan bernasib sama dengan yang sudah dicobanya. Dugaan seperti itu adalah bagian dari cara kita berpikir kritis, karena program yang sama di tingkat .daerah terbukti jauh dari kategori berhasil.

Rasanya sulit kita menerima dengan mudah, jika sebuah program, hanya karena namanya sudah dikenal luas, dianggap sebagai daya tarik bagi pemilih, seolah publik tidak tahu informasi lengkapnya, misalnya tentang kegagalan dan berbagai tantangannya.

Lalu bagaimana seharusnya publik mengantisipasi penyesalan, dan terhindar dari kasus yang sama dengan penyesalan warga DKI ? Cara berhitungnya sesungguhnya sangat mudah, janganlah memilih calon yang sama dengan sosok yang membuat warga DKI menyesal.

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Menkeu Kirim Isyarat, Waspadai Jebakan Program Tak Wajar dalam Kampanye.
Menkeu Kirim Isyarat, Waspadai Jebakan Program Tak Wajar dalam Kampanye.
Peringatan yang tersirat dari pernyataan Menteri Keuangan dalam salah satu pesannya, politisi jangan asal janji menyejahterakan rakyat, jika programnya tidak masuk akal. Ketika setiap calon pemimpin seperti beradu mimpi, menawarkan daftar keinginan pemilih untuk diwujudkan, apakah kita patut percaya mentah-mentah semua janji mereka, jika kelak berhasil merebut kursi pemimpin ?
https://4.bp.blogspot.com/-qG6RD6jevC8/XCwCJ_aFZ9I/AAAAAAAA87k/YByclnFNvBYkm2eLwtgkV97cx6R9ziMpACLcBGAs/s1600/%25C2%25A9suarasosmed-WASPADA.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-qG6RD6jevC8/XCwCJ_aFZ9I/AAAAAAAA87k/YByclnFNvBYkm2eLwtgkV97cx6R9ziMpACLcBGAs/s72-c/%25C2%25A9suarasosmed-WASPADA.jpg
RAKYAT SOSMED
https://www.suarasosmed.info/2019/01/menkeu-kirim-isyarat-waspadai-jebakan.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2019/01/menkeu-kirim-isyarat-waspadai-jebakan.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy