Loading...

Jokowi Presiden Rendah Hati, Berjongkok Dihadapan Budayawan

Selamat malam Batfans! Agaknya Om Batman harus menambah satu foto lagi ditulisan "Jokowi Presiden Rendah Hati." Karena lagi-lagi Pak Jokowi memperlihatkan bagaimana ia begitu sopan dan santun, tidak merasa paling hebat dihadapan Putu Wijaya yang telah banyak jasanya.


RAKYAT SOSMED - Selamat malam Batfans! Agaknya Om Batman harus menambah satu foto lagi ditulisan "Jokowi Presiden Rendah Hati." Karena lagi-lagi Pak Jokowi memperlihatkan bagaimana ia begitu sopan dan santun, tidak merasa paling hebat dihadapan Putu Wijaya yang telah banyak jasanya.

"Pencitraan!" kata kampret sambil gelantungan di Monas. "Hulai!" teriak saya, mantra ampuh mengusir kampret, gak percaya? Coba aja.

Jokowi mengenakan batik berwarna coklat diminta untuk memberikan penghargaan kepada empat budayawan Indonesia. Mereka yaitu I Gusti Putu Ngurah Wijaya atau Putu Wijaya, D Zawawi Imron, Ismiyono dan Hubertus Sadirin. Penghargaan diberikan pada acara Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang di selenggarakan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Pusat.

Ketika satu persatu nama disebutkan, Jokowi tampak tersenyum sambil bertepuk tangan.

Saat menyerahkan penghargaan, seperti biasa satu persatu Pak Jokowi berikan penghargaan tersebut lalu bersalaman. Namun ketika penghargaan berikutnya akan diberikan, Pak Jokowi yang memegang penghargaan nampak sedikit tertegun ketika berhadapan dengan sosok Putu Wijaya, pandangannya sesaat berubah. Sastrawan yang telah menulis sejak di bangku SMP itu datang menggunakan kursi roda karena sakit. Presiden Jokowi tak sungkan berjongkok di hadapan Putu Wijaya. Sambil jongkok, Jokowi memberikan selamat dan berbincang dengan Putu.

Dengan cepat Pak Jokowi membungkukkan badan dan berjongkok lalu bersalaman. Pak Jokowi melampar senyum hangat dan keduanya terlihat berbincang singkat. Saat akan berdiri, terlihat anggukan kepala Pak Jokowi seperti meminta ijin untuk kembali berdiri dihadapan Putu Wijaya.

Jokowi sepertinya enggan untuk bersalaman dengan posisi lebih tinggi dari Putu Wijaya yang sedang di kursi roda. Momen singkat ini sungguh menyentuh hati, bayangkan seorang Presiden mau jongkok dihadapan orang lain supaya tidak berada di posisi yang lebih tinggi.

Padahal kalau dia tetap berdiri atau membungkuk saja, toh tidak akan masalah. Wajar saja ia seorang Presiden, orang tidak akan berkata macam-macam karena lumrah saja. Tapi Pak Jokowi memang orang yang dididik oleh keluarga dan lingkungannya untuk rendah hati. Ia berasal dari rakyat dan ia bukan orang yang lupa darimana asalnya.

Mau tahu hasil dari sholat yang benar? Hati yang lunak dan tutur kata yang lembut. Hatinya yang lunak menyebabkan empatinya tinggi sehingga untuk berada di posisi lebih tinggi saja dihadapan orang yang sakit berkursi roda, beliau merasa tidak enak. Saya yakin ini bukan pencitraan karena beliau tetap seperti itu dari dulu hingga sekarang. Beliau memang apa adanya saja, tidak dibuat-buat.

Maka beliau rendahkan dirinya agar orang yang dihadapannya tidak merasa lemah. Ia sejajarkan dirinya, ia sentuh hatinya dengan senyum dan jabatan erat seolah-olah berkata, semua akan baik-baik saja. Ia ingin menginspirasi, menyemangati orang yang dihadapannya sekaligus menghormati perjuangannya.

Pembaca Seword yang ingin melihat peristiwa ini bisa klik link youtube berikut, dan silahkan nilai sendiri.

https://www.youtube.com/watch?v=1er4pxJRJ50

Putu Wijaya merupakan sastrawan pelukis, novelis, dan penulis seribu cerpen. Tulisan pertama sastrawan asal Bali tersebut berjudul Eksa. Tak hanya itu, Putu Wijaya juga telah menulis 30 novel, 40 naskah drama, ratusan esai, artikel lepas hingga penulis skenario film ataupun sinetron. Bahkan, Putu pernah meraih Piala Citra dalam Festival Film Indonesia.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan masyarakat membutuhkan panggung interaksi yang bertoleransi.

"Menurut saya, kita tidak cukup hanya menjamin ketersediaan panggung ekspresi. Yang kita butuhkan adalah panggung interaksi yang bertoleransi. Yang kita butuhkan adalah panggung toleransi dalam berinteraksi," kata Presiden, mengutip Kantor Berita Antara.

Menurut Presiden, kontestasi kata tanpa toleransi dapat memicu perang kata yang berpotensi saling menghujat, penebaran ujaran kebencian, hingga fitnah.

Sementara itu, kontestasi ekonomi tanpa toleransi dapat memperlebar ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

"Kontestasi politik tanpa toleransi pun bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan, itu juga hal yang harus dihindari," kata Jokowi.

"Ekspresi yang diwarnai toleransi yang diekspresikan juga membutuhkan ruang dalam hati dan pikiran kita, membutuhkan ruang dalam niat di semua tindakan kita untuk membuka diri, untuk berbagi, dan untuk mengembangkan diri," kata Jokowi.

Presiden yakin dengan panggung ekspresi yang bertoleransi itu dapat mempercepat Indonesia menjadi negara yang maju.

Pada rangkaian acara Kongres Kebudayaan Indonesia Tahun 2018, diserahkan naskah Strategi Kebudayaan kepada Presiden Jokowi.

Strategi Kebudayaan adalah kumpulan pokok-pokok pikiran dari seluruh daerah di Indonesia dalam Sidang Pleno Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Strategi Kebudayaan dibuat sesuai amanat pasal 13 UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Pencitraan!!" teriak kampret.

"Udah nonton belum?"

"Gak ada kuota"

"HULAIIII!! Pergi kau, terbang yang jauh!"

sumber:
  • [message]
    • [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih - SUARASOSMED - RAKYAT SOSMED - Bangga Menjadi Bagian Dari Kalian Selama Ini ]
      • [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉  ]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4982,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,176,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1926,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2463,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Jokowi Presiden Rendah Hati, Berjongkok Dihadapan Budayawan
Jokowi Presiden Rendah Hati, Berjongkok Dihadapan Budayawan
Selamat malam Batfans! Agaknya Om Batman harus menambah satu foto lagi ditulisan "Jokowi Presiden Rendah Hati." Karena lagi-lagi Pak Jokowi memperlihatkan bagaimana ia begitu sopan dan santun, tidak merasa paling hebat dihadapan Putu Wijaya yang telah banyak jasanya.
https://4.bp.blogspot.com/-FhwM9DlpAVY/XA3wQuId-HI/AAAAAAAA8AU/7Rtea4QD2F4aKm6jJ15dIqI1CdmuCKWggCLcBGAs/s1600/JOKOWI%2BDAN%2BBUDAYAWAN.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-FhwM9DlpAVY/XA3wQuId-HI/AAAAAAAA8AU/7Rtea4QD2F4aKm6jJ15dIqI1CdmuCKWggCLcBGAs/s72-c/JOKOWI%2BDAN%2BBUDAYAWAN.jpg
RAKYAT SOSMED
https://www.suarasosmed.info/2018/12/jokowi-presiden-rendah-hati-berjongkok.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2018/12/jokowi-presiden-rendah-hati-berjongkok.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy