Loading...

TOLAK KERAS KEBANGKITAN ORBA

Singkat saja, aku ingin menuliskannya!Rezim Orba bisa dikatakan rezim kegelapan, demokrasi dicabik-cabik, banyaknya intimidasi, penculikan terhadap sejumlah aktivis, membungkam suara yang menyuarakan kebenaran, korupsi yang begitu massive, tunduk dan diam dengan asing, pelanggaran HAM yang ramai, kebebasan berpendapat dirampas, diskriminasi, kesenjangan sosial, bahkan juga agama yang dijadikan alat politik.


RAKYAT SOSMED - Singkat saja, aku ingin menuliskannya!Rezim Orba bisa dikatakan rezim kegelapan, demokrasi dicabik-cabik, banyaknya intimidasi, penculikan terhadap sejumlah aktivis, membungkam suara yang menyuarakan kebenaran, korupsi yang begitu massive, tunduk dan diam dengan asing, pelanggaran HAM yang ramai, kebebasan berpendapat dirampas, diskriminasi, kesenjangan sosial, bahkan juga agama yang dijadikan alat politik.

1998 adalah puncak amarah rakyat dari semua lini terhadap diktator Soeharto, seperti buruh, kaum miskin kota, petani, mahasiswa, seniman, politisi, aktivis, rakyat dan berbagai gerakan turun ke jalan bersatu melawan rezim Orba karena benar-benar sudah muak dengan Soeharto. Bahkan tak takut sekalipun harus berhadapan dengan militer dan premanisme. Hingga melahirkan era reformasi.

Sampai hari ini, kita belum terdengar kalau Soeharto dianggap pahlawan Nasional. Ya mungkin karena memang dia tidak layak untuk mendapatkan gelar tersebut.

Seorang penulis Pramoedya Ananta Tour salah satu warga Indonesia yang merasakan kekejaman rezim Orba.

Pram menilai bahwa Soeharto telah menyengsarakan hidupnya. Mulai dari penjara, pelarangan buku, sampai teror bahkan setelah dia dibebaskan oleh pemerintah orde baru.

“Saya tidak mudah memaafkan orang karena sudah terlampau pahit menjadi orang Indonesia. Buku-buku saya menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah lanjutan di Amerika, tapi di Indonesia dilarang.”

“Hak saya sebagai pengarang selama 43 tahun dirampas habis. Saya menghabiskan hampir separuh usia saya di Pulau Buru dengan siksaan, penghinaan, dan penganiayaan.”

Tak bisa dipungkiri, tragedi kemanusiaan juga banyak mewarnai rezim Orba, penculikan, penahanan tanpa Peradilan, pembantaian, bahkan intel berkeliaran memantau jika ada yang diskusi ataupun yang menentang kekuasaan rezim tersebut. Tak heran jika banyak yang menjuluki Soeharto menggunakan cara untuk ditakuti bukan untuk dicintai.

Ini hanya secuil belum pada tingkat yang lebih mendalam. Kita tentu tidak lupa maraknya demo pada pilkada DKI 2017 dimana terdengar teriakan dengan kata bunuh, penjarakan, gantung, kafir. Apa yang diteriakan tersebut adalah apa yang menjadi tabiat rezim Orba. Dibumbui pula pakai politik identitas dengan reaksioner liberal.

Maka jika kita lihat apa yang paling dekat adalah bukan kebangkitan PKI melainkan kebangkitan kekejaman rezim Orba. Bolak balik berdiri di depan cermin, saya tetap mengatakan TIDAK untuk mereka dan menolak kebangkitan Orba, mengutuk politik identitas ditengah negara majemuk.

Politik identitas, sektarian yang dibangun oleh kelompok fundamentalism dan berkolaborasi dengan mantan bagian lingkaran orba adalah yang paling dekat saat ini, ketimbang isu kebangkitan 15 juta jiwa PKI yang dihitung mungkin dari planet berbeda.

Di tahun politik saat ini, Titiek Soeharto bahkan terang-terangan mau melanjutkan program orde baru. Apakah anda semua ingin kembali ke otoriter? Tentu tidak!

Selama 32 tahun rezim Orde Baru menguasai Indonesia. Di bawah rezim ini, Indonesia rusak dan gelap secara sistemik. Di tiap lembaga negara marak korupsi, kolusi dan nepotisme, bahkan Soeharto sendiri dicap sebagai Bapak Korupsi Dunia.

Kebangkitan gaya orde baru sudah lama tercium dan dikhawatirkan, sejak diusulkannya Soeharto menjadi pahlawan nasional, kemudian dari acara haul Soeharto dan peringatan ke-51 Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) bertajuk doa dan zikir serta salawat di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu 11 Maret 2017, dan sekarang berdiri partai yang dibangun oleh keluarga cendana, makin terasa saat Titiek terang-terangan hendak melanjutkan program kepemimpinan bapaknya (orde baru), dan salah satu capres adalah bekas menantunya Soeharto. Maka kekhawatiran munculnya kebangkitan orba gaya baru justru lebih dekat.

Keluarga Cendana bergerak dengan memasuki celah yang dapat dilaluinya dengan mudah, bisa jadi memanfaatkan kemunculan gerakan nasionalisme berdasarkan agama. Dimunculkannya kembali musuh dan hantu komunisme yang sudah tidak ada, seolah-olah negara sedang terancam kebangkitan PKI. Bahkan meneriakan bahwa reformasi telah gagal. Mereka berkolaborasi dengan para elite politisi dengan segala macam kekuatan tentunya untuk berhadapan dengan pemerintahan saat ini yaitu Jokowi. Sementara capres yang mereka usung berkutat dengan isu kemiskinan dan penguasaan asing dengan tanpa memberi solusi.

Apakah kita mau melihat negara ini kembali ke masa otoriter, dimana saat ini kalian sudah sangat bebas berpendapat bahkan beropini berselancar di media sosial, untuk mendukung dan mengkritisi?

Tidaklah keliru, jika bermunculan meme "masih penak jamanku toh, apa-apa murah termasuk nyawa"

Lantas menurut anda mana yang lebih dekat saat ini, kebangkitan PKI gaya baru atau kebangkitan orba gaya baru?

#jokowilagi
  • [message]
    • [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih - SUARASOSMED - RAKYAT SOSMED - Bangga Menjadi Bagian Dari Kalian Selama Ini ]
      • [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 SEWORD  ]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,3657,DAERAH,350,EKONOMI,340,INTERMEZO,448,INVESTIGASI,180,JAKARTA,364,Kejadian,377,KIRIMAN NETIZEN,93,KORUPSI,223,KRIMINAL,582,OLAHRAGA,6,OPINI,694,PIALA DUNIA 2018,6,POITIK,1,POLITIK,1341,TEKNOLOGI,3,TERORIS,161,VIRAL,1596,WORLD,172,
ltr
item
SUARA SOSIAL MEDIA: TOLAK KERAS KEBANGKITAN ORBA
TOLAK KERAS KEBANGKITAN ORBA
Singkat saja, aku ingin menuliskannya!Rezim Orba bisa dikatakan rezim kegelapan, demokrasi dicabik-cabik, banyaknya intimidasi, penculikan terhadap sejumlah aktivis, membungkam suara yang menyuarakan kebenaran, korupsi yang begitu massive, tunduk dan diam dengan asing, pelanggaran HAM yang ramai, kebebasan berpendapat dirampas, diskriminasi, kesenjangan sosial, bahkan juga agama yang dijadikan alat politik.
https://3.bp.blogspot.com/-dyYm39uBOZc/W_R4xUNTwlI/AAAAAAAA7Ms/3ENXAy28m2cUnlAHVzub6avFPvu58_7wgCLcBGAs/s1600/TOLAK%2BKERAS%2BKEBANGKITAN%2BORBA.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dyYm39uBOZc/W_R4xUNTwlI/AAAAAAAA7Ms/3ENXAy28m2cUnlAHVzub6avFPvu58_7wgCLcBGAs/s72-c/TOLAK%2BKERAS%2BKEBANGKITAN%2BORBA.jpg
SUARA SOSIAL MEDIA
https://www.suarasosmed.info/2018/11/tolak-keras-kebangkitan-orba.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2018/11/tolak-keras-kebangkitan-orba.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy