Loading...

Lolos Dari UU ITE, Mahfud MD Sebut Prabowo Subianto Dkk Bisa Dijerat UUU Zaman Soekarno!

PAKAR hukum sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mohammad Mahfud MD, kembali mengungkapkan pendapatnya soal kasus hoax Ratna Sarumpaet dianiaya.Kasus ini telah menyeret nama-nama beken seperti Prabowo Subianto, Amien Rais, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah.


RAKYAT SOSMED - PAKAR hukum sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mohammad Mahfud MD, kembali mengungkapkan pendapatnya soal kasus hoax Ratna Sarumpaet dianiaya.Kasus ini telah menyeret nama-nama beken seperti Prabowo Subianto, Amien Rais, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah.

Prabowo Subianto adalah Calon Presiden pada Pemilu Presiden 2019 (Pilpres 2019). Amien Rais adalah Ketua MPR periode 1999-2004. Fadli Zon dan Fahri Hamzah adalah Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Mahfud MD menilai nama-nama tersebut tidak bisa dijerat dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Alasannya, pihak-pihak yang menyebarkan hoax Ratna Sarumpaet dianiaya melalui konferensi pers dan media sosial terjebak dalam ketidaktahuan dan ketidaksengajaan.


Mereka didorong oleh rasa simpati karena Ratna Sarumpaet mengaku menjadi korban penganiayaan, padahal pengakuan tersebut sebenarnya adalah rekayasa belaka.

"Dalam Undang-Undang ITE itu syaratnya, barang siapa dengan sengaja. Nah dalam pengertian saya Prabowo Subianto dan Amien Rais ini tidak dengan sengaja," demikian kata Mahfud MD dalam acara Kabar Petang TV One, Senin (8/10/2018) sore.

Menurut Mahfud MD, para politisi tersebut terjebak betul dengan situasi di mana mereka tidak tahu.

"Mereka hanya beritahu tapi dia tidak tahu bahwa itu bohong. Oleh sebab itu Prabowo, Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Rachel Maryam menurut saya tidak bisa kena undang-undang UU ITE," ujar Mahfud MD.

Walau demikian, bukan berarti Prabowo Subianto dkk lolos begitu saja dari jerat pidana.

Sebab, mereka bisa dijerat Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

UU Nomor 1 Tahun 1946 merupakan produk hukum yang diterbitkan dan ditandatangani oleh presiden RI pertama Ir Soekarno serta Sekretaris Negara AG Pringgodigdo di Yogyakarta pada 26 Februari 1946 silam.

Dari 17 Pasal yang dimuat dalam UU tersebut, Prabowo Subianto dkk bisa dijerat dengan Pasal 14 Ayat 2, sedangkan Ratna Sarumpaet juga bisa dijerat dengan Ayat 1.

Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 mengatur, "(1) Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun;

(2) Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

"Nah itu yang bisa dikenakan kepada Prabowo, Amien Rais dan sebagainya dengan syarat bahwa mereka tahu sebenarnya tapi kalau mereka benar-benar terjebak karena dia simpati lalu menggumumkan itu menurut saya ndak bisa dihukum Prabowo," tutur Mahfud MD.

Ia menjelaskan bahwa dalam hukum pidana, seseorang bisa dihukum apabila memenuhi dua persyaratan yakni Mens Rea dan Actus Reus.



Mens Rea berhubungan dengan niat seseorang dan Actus Reus menyangkut perbuatannya.

"Kelakuannya itu sudah terjadi dia bicara di depan televisi tersebar ke masyarakat menimbulkan keributan tapi kan Mens Rea-nya belum ada (dan) belum tahu kita. Apakah dia sengaja bikin ribut apa ndak. Kalau dia tidak tahu ya tidak apa-apa gitu," ucap Mahfud MD.

Sementara itu, Ahli Hukum dari Universitas Al Azhar, Suparji Achmad menilai Prabowo capres tak bisa dianggap terlibat dalam hal ini lantaran seluruh orang itu memberi empati kepada Ratna Sarumpaet dan ceritanya yang ternyata bohong itu.

"Keterlibatan itu kan tergantung reaksinya apa. Kalau kemarin kan reaksinya meminta polisi mengusut. Kalau menurut saya tidak bisa dikenakan lah, karena itu normatif saja karena mereka berasumsi apa yang diceritakan Ratna Sarumpaet benar. Jadi menurut saya tidak bisa dikenakan lah. Cukup Ratna Sarumpaet saja," ujar Suparji.

Lebih lanjut, Suparji mengatakan Ratna Sarumpaet mesti dijerat UU ITE atas berita bohong yang ia sebarkan lewat tokoh-tokoh partai politik sekelas Amien Rais dan Prabowo Subianto, serta tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Ahli Hukum dari Universitas Al Azhar, Suparji Achmad, menilai kelakuan Ratna Sarumpaet harus diproses hukum meski Ratna Sarumpaet telah meminta maaf.

"Meminta maaf kepada siapa dia. Ini tidak boleh dibiarkan. Ini harus diproses hukum, harus dicari tahu niat jahatnya apa," kata Suparji ketika dihubungi Warta Kota, Rabu (3/10/2018).

Menurut Suparji, alasan Ratna Sarumpaet harus dijerat hukum karena tindakan Ratna Sarumpaet berbohong amat berisiko dengan statusnya sebagai Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kebohongan Ratna Sarumpaet, kata Suparji, dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan antar golongan karena statusnya sebagai Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ini kena UU ITE, informasi bohong. Dia menciptakan kegaduhan orang, dan berpotensi menciptakan permusuhan," kata Suparji.

Apalagi saat kabar bohong itu tersebar, seketika di media sosial muncul komentar-komentar terhadap kelompok lain.

Tentunya hal itu lantaran Ratna Sarumpaet memakai tokoh-tokoh nasional sekelas Prabowo Subianto dan Amien Rais untuk mengabrkan berita bohongnya itu.

"Tindakannya sangat berbahaya. Bayangkan sekaliber Pak Prabowo, Pak Amien Rais sampai turun gara-gara operasi plastik dia. Kan gila itu, berbahaya itu. Di bawah itu kan bisa macem-macem reaksinya," kata Suparji.

Menurut Suparji, polisi mesti mencari dan mengorek motif Ratna Sarumpaet membuat berita bohong itu.

"Apabila motifnya untuk mengadu domba orang kan bahaya itu," ujar Suparji.

Kebohongan Ratna Sarumpaet terungkap setelah polisi Polda Jabar dan Polda Metro Jaya menyelidiki cerita yang ramai di media sosial itu.

Setelah diselidiki ternyata nomor ponsel dan ponsel Ratna Sarumpaet berada di Jakarta di hari dimana ia mengaku dipukuli sekelompok orang di Bandung.

Ratna Sarumpaet juga diketahui di tanggal dimana dia mengaku dipukuli orang, ternyata sedang melakukan perawatan wajah di Klinik Bina Estetika dimana perawatan wajah itu memang dapat menimbulkan bengkak.

3 Orang Ini Harus Tanggung Jawab

Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 Prof Dr Mahfud MD'>Mohammad Mahfud MD meminta tiga tokoh penyebar hoax terkait isu penganiayaan Ratna Sarumpaet bertanggung jawab.

Ketiga penyebar hoax tersebut, kata Mahfud MD, bisa ditangkap dan ditahan sesuai amanat Undang-undang Transaksi Elektronik dan Informatika (UU ITE).

Ancaman hukuman terhadap penyebar hoax sebagaimana diatur dalam UU ITE adalah maksimal enam (6) tahun.

Sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik bisa menahan tersangka kasus tindak pidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Melalui akun twitternya, Mahfud MD menyebut ada tiga tokoh (politisi) yang diduga menyebarkan informasi hoax terkait berita aktivis Ratna Sarumpaet dianiaya.

Mahfud MD hanya menyebut ketiga tokoh itu dengan inisial, yakni FC, RMy, dan SU.

"Siang ini sdh terbukti kan? Tinggallah kini penyebar beritanya spt FZ, RMy, dan SU mempertanggungjawabkan," tulis Mahfud MD di akun twitternya, Rabu (3/10/2018).

Sebelumnya, Mahfud melalui twitternya meminta Wakil Ketua DPR Fadli Zon (FX) bertanggung jawab atas informasi hoax yang ia sebarkan.

Simak status Mahfud lewat akun twitter yang meminta Fadli Zon bertanggung jawab.

Menurut pakar hukum tata negara Mahfud MD, ketiga orang tersebut bisa dijerat dengan UU ITE.

Menurut Mahfud MD, ketiganya harus bertanggung jawab secara hukum.

Mahfud yang mengaku terlanjur simpati kepada aktivis Ratna Sarumpaet meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus hoax yang menyebutkan Ratna Sarumpaet dianiaya.

"Sy sih terlanjur menyatakan simpati dan empati kpd Ratna dan meminta Polri mengusut penganiayanya. Eh, ternyata beritanya bohong," tulis Mahfud MD.

Mahfud MD mengusulkan agar para penyebar hoax kasus Ratna Sarumpaet itu dijerat dengan UU ITE yang ancaman hukumannya 6 tahun penjara.

Mahfud  MD mengaku sudah mulai curiga ketika Selasa malam menerima kabar adanya berita bohong terkait informasi yang menyebutkan Ratna Sarumpaet dianiaya.

Simak tulisan Mahfud MD di akun twitternya tentang fakta-fakta yang mencurigakan dari informasi hoax yang menyebutkan Ratna Sarumpaet dianiaya.

@mohmahfudmd: Ya, sejak tengah malam semalam sdh tersiar kebohongannya.

Pada saat2 yg katanya dianiaya ternyata HP aktif di Jkt, registrasi di sebuah RS di Jkt, narik uang utk bayar di ATM Jkt, main Twitter di Jkt.

Tak perlu penjelasan lagi, sdh diketahui akal2annya oleh Polisi. Siapa yg malu? (M15)

COMMENTS

Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,3370,DAERAH,339,EKONOMI,330,INTERMEZO,428,INVESTIGASI,167,JAKARTA,354,Kejadian,363,KIRIMAN NETIZEN,76,KORUPSI,217,KRIMINAL,548,OLAHRAGA,5,OPINI,680,PIALA DUNIA 2018,6,POITIK,1,POLITIK,1233,TEKNOLOGI,3,TERORIS,157,VIRAL,1509,WORLD,167,
ltr
item
SUARA SOSIAL MEDIA: Lolos Dari UU ITE, Mahfud MD Sebut Prabowo Subianto Dkk Bisa Dijerat UUU Zaman Soekarno!
Lolos Dari UU ITE, Mahfud MD Sebut Prabowo Subianto Dkk Bisa Dijerat UUU Zaman Soekarno!
PAKAR hukum sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mohammad Mahfud MD, kembali mengungkapkan pendapatnya soal kasus hoax Ratna Sarumpaet dianiaya.Kasus ini telah menyeret nama-nama beken seperti Prabowo Subianto, Amien Rais, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah.
https://1.bp.blogspot.com/-mVzBlwjr7gI/W8M6r2q2cDI/AAAAAAAA6mw/ypSAEUQ4QoMeotp8t_C7MTSvnw_MyPzyQCLcBGAs/s1600/Lolos%2BDari%2BUU%2BITE%252C%2BMahfud%2BMD%2BSebut%2BPrabowo%2BSubianto%2BDkk%2BBisa%2BDijerat%2BUUU%2BZaman%2BSoekarno%2521.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-mVzBlwjr7gI/W8M6r2q2cDI/AAAAAAAA6mw/ypSAEUQ4QoMeotp8t_C7MTSvnw_MyPzyQCLcBGAs/s72-c/Lolos%2BDari%2BUU%2BITE%252C%2BMahfud%2BMD%2BSebut%2BPrabowo%2BSubianto%2BDkk%2BBisa%2BDijerat%2BUUU%2BZaman%2BSoekarno%2521.JPG
SUARA SOSIAL MEDIA
https://www.suarasosmed.info/2018/10/lolos-dari-uu-ite-mahfud-md-sebut.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2018/10/lolos-dari-uu-ite-mahfud-md-sebut.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy