Loading...

Banyak banget, Inilah Negara yang Akan Ditujunya, Dari Turki ke Sao Paulo dan Santiago Hingga Chile, Untung Ditangkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet telah ditangkap."Iya, (Ratna Sarumpaet) sudah (ditangkap), nanti silakan ke (direktorat) krimum," ujar Argo ketika dihubungi, Kamis (4/10/2018) malam. Argo membenarkan informasi yang mengatakan bahwa Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis malam.

RAKYAT SOSMED - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet telah ditangkap."Iya, (Ratna Sarumpaet) sudah (ditangkap), nanti silakan ke (direktorat) krimum," ujar Argo ketika dihubungi, Kamis (4/10/2018) malam. Argo membenarkan informasi yang mengatakan bahwa Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis malam.

"Iya, iya (ditangkap) di Bandara. Nanti bagian Krimum yang menjelaskan," katanya.

Meski demikian, Argo belum menjelaskan detail kronologi penangkapan Ratna Sarumpaet.

Namun, informasi yang beredar, Ratna dikabarkan mau berangkat ke Chile.

Ia akan menaiki maskapai penerbangan Turkish Airlines.

Dari data penerbangan, Ratna akan mendarat di Instambul, Turki.

Selanjutnya menuju Sao Paulo.

Dari Sao Paulo akan lanjut ke Santiago.

Tiket Ratna Sarumpaet





Tiket perjalanan Ratna Sarumpaet
Tiket perjalanan Ratna Sarumpaet (TRIBUN-MEDAN.COM/HO)
Wapres JK Sudah Menduga Ratna Bohong

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sudah menduga bahwa penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet merupakan suatu kebohongan.

Dia sudah mengira itu lantaran tak ada laporan polisi.

"Sejak awal saya sudah duga," ujarnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/10/2018), melansir Kompas com.

"Karena tidak mungkin seorang Ratna Sarumpaet dianiaya tanpa berteriak," sambung Kalla.

Menurut Kalla, dalam keadaaan terdesak seseorang pasti akan berteriak minta tolong.

Jadi kata dia, kalau itu benar terjadi maka tak mungkin tak ada orang yang mendengar teriakan Ratna.

Pihak kepolisan dalam konferensi pers mengatakan bahwa tidak ada saksi yang mendengar atau melihat terjadi penganiayaan di Bandara Bandung seperti kabar yang berkembang.

"Keadaan aman saja berteriak, apalagi kalau keadaan susah. Tidak mungkin tidak didengar orang," kata Kalla.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar foto Ranta Sarumapaet dengan kondisi wajah yang bengkak. Disebutkan, Ratna mengalami penganiayaan di Bandung pada 21 September 2018.

Informasi itu terus bergulir hingga sejumlah politisi mengunjungi Ratna dan menyatakan bahwa lebam di muka Ratna akibat dianiaya.

Bahkan capres Prabowo Subianto sampai membuat konferensi pers setelah melihat kondisi Ratna.

Ia mengecam orang-orang yang disebut telah menganiaya Ratna dan menyebutnya sebagai tindakan pengecut.

Prabowo menilai kasus Ratna merupakan ancaman bagi demokrasi. Namun pada Rabu (3/10/2018), Ratna justru meminta maaf kepada Prabowo hingga Amien Rais. Ia mengaku telah berbohong terkait kondisi di wajahnya.

Kabar Bohong Mengundang Spekulasi di Publik

Dalam pemberitaan Tribun-Medan.com sebelumnya, Polda Metro Jaya bakal segera memanggil Ratna Sarumpaet pasca-mengaku berbohong soal dugaan penganiayaan yang menimpanya.

Kabar hoaks ini pun viral di media sosial dan bahan pergunjingan di publik.

Ratna Sarumpaet bakal diperiksa untuk sementara masih berstatus saksi.

"Nanti semuanya orang ya, saksi yang mengetahui, melihat akan dimintai keterangan. Dan ini berkaitan dengan kasus penyebaran berita bohong (hoaks) penyebaran berita di media sosial," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Argo mengungkapkan bahwa pihak kepolisian meningkatkan penyelidikan kasus ini ke tahap penyidikan.

Peningkatan status tersebut bakal dilakukan setelah pengumpulan keterangan saksi dan bukti.

"Makanya polisi kemudian melakukan langkah lidik dan memastikan benarnya seperti apa, itu pasti akan jadi pengembangan penyidikan," kata Argo.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengungkapkan pada 21 September 2018, Ratna Sarumpaet berada di RS Bedah Bina Estetika, Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat.

"Tim telah mendapatkan informasi bahwa Ibu Ratna Sarumpaet pada tanggal 21 September 2018 sore sekitar pukul 17.00 WIB beliau berada di RS Bina Estetika," ujar Nico Afinta Karo-karo.

Pihak kepolisian juga sudah mendapatkan keterangan dari pihak RS Bina Estetika.

Nico Afinta bahkan mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya tanggal 20 September 2018, Ratna Sarumpaet telah melakukan reservasi ke pihak rumah sakit.

"Ibu Ratna tanggal 20 September datang melakukan pendaftaran, 21 September menulis di buku masuk sebagai pasien," jelas Nico Afinta.

Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap kamera CCTV RS Bina Estetika. Polisi juga sudah memeriksa buku tamu RS Bina Estetika.

Dokter Bedah Mendadak Bolos



Setelah viral karena dikaitkan dengan kasus penganiyaan Ratna Sarumpaet, seluruh dokter praktik di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Plastik dan Umum Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, mendadak tidak masuk kerja.

Keterangan ini diberikan oleh Made, salah seorang resepsionis RSK Bedah Plastik dan Umum Bina Estetika.

"Mohon maaf, seluruh dokternya hari ini tidak praktik," ujar Made kepada Tribunnews.com.

Ia mengaku kurang tahu persis alasan dokter‑dokter di rumah sakit tersebut tidak membuka jadwal praktik.

"Sampai kapannya saya juga kurang tahu, mohon maaf sekali lagi. Memang seperti itu," tutur Made.

Wanita itu juga membantah aparat kepolisian Unit Resmob Polda Metro Jayamendatangi RSK Bedah Plastik dan Umum Bina Estetika pada Rabu pagi.

"Polisi yang mana ya? Nggak ada polisi, Pak!" demikian kata Made.

Sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya, aparat kepolisian dari Unit Resmob Polda Metro Jaya sebelumnya mendatangi Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Plastik dan Umum Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka tiba di lokasi dengan mengendarai dua unit mobil sekitar pukul 10.15 WIB dan kembali meninggalkan rumah sakit tersebut pada pukul 11.15 WIB.

"Nanti saja, penjelasan resminya nanti siang. Kan ada konferensi persnya," ujar salah satu personil Unit Resmob Polda Metro Jaya saat akan meninggalkan lokasi, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit kepada media. Bahkan, awak media tidak diizinkan memasuki area pekarangannya sekalipun.

Nama RSK Bedah Plastik dan Umum Bina Estetika mencuat ke permukaan setelah viral di media sosial sebagai tempat Ratna Sarumpaet menjalani operasi yang kemudian disebutnya sebagai akibat penganiayaan oleh oknum tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Menyimpan Kebohongan Selama Sepekan

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengakui tidak dianiaya oleh orang tidak dikenal ketika berada di sekitar wilayah Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Ia mengaku, hanya melakukan operasi plastik berupa sedot lemak di bagian pipi kiri.

"Waktu itu saya mendatangi rumah sakit, khusus bedah dan mendatangi dokter khusus bedah bernama Sidik Setya Miharja untuk melakukan operasi sedot lemak di pipi kiri saya," ujar Ratna sembari menitikkan air mata.



Ratna Sarumpaet kemudian mendapati wajahnya mengalami lebam usai operasi itu pada tanggal 22 September 2018. Dan pada saat itu juga, ia mengaku melakukan sebuah kebohongan.

"Dokter bilang itu biasa, kemudian saya pulang menemui anak saya dan saya melakukan kebohongan dengan mengatakan, bahwa saya mengalami penganiayaan, dan informasi itu dikorek terus hingga seminggu kemudian," jelasnya.

Ratna mengaku terus menciptakan kebohongan, bahkan kepada tokoh terkenal yang membelanya seperti Fadli Zon, Prabowo Subianto hingga Amien Rais.

Hingga akhirnya, pada Selasa (2/10/2018) malam, Ratna Sarumpaet memutuskan untuk jujur kepada semua pihak.

"Saya semalam melakukan salat istikharah dan akhirnya tadi pagi saya panggil anak saya, dan saya ceritakan semuanya sebenarnya," tegas Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet pun meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada Prabowo dan Amien Rais yang terus membelanya.

Ia juga meminta maaf kepada lawan‑lawannya yang memanfaatkan momentum ini untuk menyerangnya.

"Saya meminta maaf kepada semuanya, termasuk kepada lawan‑lawan yang biasa saya kritik yang kini berbalik kepada saya. Sekarang saya harus mengakui sebagai pencipta hoaks terbaik," ujarnya.

Ratna Sarumpaet juga menjelaskan, cerita bohongnya tersebut membawanya sampai bertemu Prabowo, Fadli Zon, Amien Rais, dan Djoko Santoso di Lapangan Nusantara Polo Club di Kranggan, Gunungputri, Bogor, dekat kediaman Prabowo di Hambalang.
"Lebam itu diakibatkan operasi sedot lemak di pipi kiri, tapi saya mengaku kepada anak saya telah mengalami penganiayaan, kemudian pengakuan itu membawa saya bertemu dengan Pak Prabowo dan Pak Djoko Santoso di Lapangan Polo. Saya terus melakukan kebohongan di sana," terangnya.

"Sampai meninggalkan Lapangan Polo itu, saya masih membiarkan kebohongan itu terus mengalir dan saya diam saja," lanjutnya.

Sampai saatnya, ketika Ratna mengaku tak mampu membendung rasa malunya ketika mendapat pembelaan dari Prabowo Subianto dan Amien Rais pada Selasa (2/10) malam.

"Saya kemudian melihat Pak Prabowo, Pak Amien, Pak Djoko Santoso sampai teman‑teman dan emak‑emak membela saya di Cikini. Saya tahu, ini semua salah sampai akhirnya tadi malam saya melakukan salat istikharah dan pagi ini saya katakan yang sesungguhnya kepada anak‑anak," jelasnya sambil menahan air mata.

Ratna kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Prabowo Subianto dan pihak‑pihak yang tergabung dalam Badan Kampanye Nasional (BKN) Koalisi Adil Makmur.

Ratna mengaku bahwa tak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalahnya itu kecuali mengakuinya.

Ia pun berjanji untuk berjuang untuk memulihkan perjuangan yang tengah dilakukan Koalisi Adil Makmur menatap Pilpres 2019.

Ratna merupakan salah satu juru kampanye BKN Koalisi Adil Makmur.

"Saya minta maaf kepada Pak Prabowo yang membela kebohongan saya dan kepada Pak Amien yang mendengarkan kebohongan saya. Semoga Tuhan memberi kita kekuatan agar peristiwa ini tak mempengaruhi perjuangan kita," pungkasnya

COMMENTS

Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,3371,DAERAH,339,EKONOMI,330,INTERMEZO,428,INVESTIGASI,167,JAKARTA,354,Kejadian,363,KIRIMAN NETIZEN,76,KORUPSI,217,KRIMINAL,548,OLAHRAGA,5,OPINI,680,PIALA DUNIA 2018,6,POITIK,1,POLITIK,1233,TEKNOLOGI,3,TERORIS,157,VIRAL,1509,WORLD,167,
ltr
item
SUARA SOSIAL MEDIA: Banyak banget, Inilah Negara yang Akan Ditujunya, Dari Turki ke Sao Paulo dan Santiago Hingga Chile, Untung Ditangkap
Banyak banget, Inilah Negara yang Akan Ditujunya, Dari Turki ke Sao Paulo dan Santiago Hingga Chile, Untung Ditangkap
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet telah ditangkap."Iya, (Ratna Sarumpaet) sudah (ditangkap), nanti silakan ke (direktorat) krimum," ujar Argo ketika dihubungi, Kamis (4/10/2018) malam. Argo membenarkan informasi yang mengatakan bahwa Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis malam.
https://3.bp.blogspot.com/-KKR8ynw1MSo/W7bICppNEWI/AAAAAAAA51M/LZVIKL5QoN8u19x7Kca2NxIC0-8-sifTwCLcBGAs/s1600/TIKE%2BRATNA.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-KKR8ynw1MSo/W7bICppNEWI/AAAAAAAA51M/LZVIKL5QoN8u19x7Kca2NxIC0-8-sifTwCLcBGAs/s72-c/TIKE%2BRATNA.jpg
SUARA SOSIAL MEDIA
https://www.suarasosmed.info/2018/10/banyak-banget-inilah-negara-yang-akan.html
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/
https://www.suarasosmed.info/2018/10/banyak-banget-inilah-negara-yang-akan.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy